Karawang | Jelajahdesa.click — Suasana kebersamaan mewarnai kegiatan sahur bersama yang menghadirkan Dr. (H.C) Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, M.Hum di Graha GKP Immanuel, Jalan Kertabumi No. 39, Karawang, Kamis (12/3/2026). Acara yang mengusung tema “Puasa Berbalut Bencana dan Goyahkan Demokrasi” tersebut menjadi ruang refleksi bagi masyarakat lintas agama untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan menjaga demokrasi.
Dalam kesempatan itu, Shinta Nuriyah mengajak masyarakat untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial di tengah berbagai tantangan kebangsaan, termasuk bencana dan dinamika demokrasi yang dinilai memerlukan perhatian bersama.
Menurutnya, puasa tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai latihan spiritual untuk memperkuat empati terhadap sesama, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana maupun ketidakadilan sosial.
“Puasa mengajarkan kita untuk merasakan penderitaan orang lain. Dari situlah lahir kepedulian, toleransi, dan semangat menjaga kemanusiaan,” ujarnya di hadapan para peserta yang hadir dari berbagai latar belakang agama dan organisasi masyarakat.
Acara sahur bersama ini juga menjadi simbol kuatnya dialog lintas iman di Karawang. Para tokoh agama, aktivis sosial, serta masyarakat umum tampak hadir dan berdiskusi mengenai pentingnya menjaga persatuan serta nilai-nilai demokrasi di tengah perbedaan.
Selain tausiyah kebangsaan dari Shinta Nuriyah, kegiatan tersebut diisi dengan doa bersama serta dialog singkat mengenai kondisi sosial masyarakat saat ini. Para peserta menilai kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat kerukunan dan membangun kesadaran kolektif dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa.
Penyelenggara berharap kegiatan sahur bersama lintas iman ini dapat menjadi agenda rutin yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam semangat persaudaraan dan kebangsaan.
Dengan semangat Ramadan, para peserta diajak untuk tidak hanya meningkatkan ibadah secara pribadi, tetapi juga berperan aktif menjaga nilai-nilai demokrasi, kemanusiaan, serta kerukunan antarumat beragama di Indonesia.



