31.7 C
Jakarta
Sabtu, Mei 23, 2026
spot_img

Warga Kaum Jaya Curhat Soal Sampah Hingga Rumah Sakit Saat Kunjungan Pipik Taufik Ismail

spot_img

Karawang | Jelajahdesa.click – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar X Kabupaten Karawang dan Purwakarta, Pipik Taufik Ismail, melaksanakan kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan Tahun Anggaran 2026 di area penyeberangan H. Sukriyat, Dusun Kaum Jaya, Desa Puserjaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Senin (18/05/2026).

‎Kegiatan yang dikemas dalam agenda silaturahmi dan penyerapan aspirasi masyarakat itu dihadiri pemerintah setempat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, warga Dusun Kaum Jaya, serta jajaran PAC PDI Perjuangan Kecamatan Telukjambe Timur.

‎Dalam sambutannya, panitia kegiatan Ferry Davis mengajak masyarakat memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan di lingkungan sekitar secara langsung kepada wakil rakyat dari tingkat provinsi.

Baca Juga  Pemilihan BPD Desa Kedungwaringin Berlangsung Tertib dan Kondusif

‎‎“Pada hari ini kedatangan anggota DPRD ini adalah silaturahmi. Mari kita dengarkan baik-baik penyampaian dari Kang Pipik. Jika ada keluhan terkait lingkungan silakan untuk disampaikan,” ujar Ferry Davis.

‎‎Sementara itu, Pipik Taufik Ismail mengaku baru pertama kali mengunjungi kawasan penyeberangan H. Sukriyat. Ia menegaskan, kegiatan tersebut bertujuan menjalin kedekatan dengan masyarakat sekaligus menyerap berbagai aspirasi warga secara langsung.

‎‎“Ini baru kali pertama saya mendatangi penyeberangan ini. Kegiatan ini adalah silaturahmi sekaligus menjaring aspirasi masyarakat,” katanya.

‎‎Dalam sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah. Permasalahan sampah menjadi salah satu isu utama akibat padatnya penduduk dan minimnya fasilitas pembuangan sampah di wilayah tersebut. Masyarakat bahkan mengusulkan pembangunan tempat pembakaran sampah sebagai solusi sementara.

Baca Juga  Vonis Lebih Berat dari Tuntutan Sarjan Dihukum 3 Tahun 3 Bulan dalam Kasus Ijon Proyek Bekasi

‎‎Selain itu, warga juga mengeluhkan pelayanan kesehatan, khususnya proses rujukan rumah sakit yang dinilai berbelit. Mereka menyebut pasien kerap harus berpindah-pindah rumah sakit karena keterbatasan ruang perawatan.

‎‎Tak hanya itu, masyarakat turut mempertanyakan mekanisme pengawasan proyek pembangunan yang bersumber dari anggaran provinsi agar masyarakat tidak keliru dalam melakukan pelaporan maupun pengawasan antara kewenangan pemerintah kabupaten dan provinsi.

‎‎Dalam forum tersebut, warga juga meminta penjelasan terkait arah kebijakan dan program pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Tahun Anggaran 2027 agar masyarakat lebih memahami jalur penyampaian aspirasi pembangunan ke depan.

Baca Juga  Hari Kebangkitan Nasional 2026 IWO Indonesia DPD Karawang Dorong Kolaborasi dan Sinergitas Masyarakat‎

‎Persoalan kemacetan di jalur penghubung kawasan industri dan Perumahan Anggadita turut menjadi perhatian warga. Mereka berharap adanya solusi konkret terkait kondisi lalu lintas yang semakin padat di wilayah tersebut.

‎‎Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dan harapan masyarakat yang disampaikan langsung kepada anggota DPRD Provinsi Jawa Barat tersebut.

Bagikan Artikel

BERITA LAINNYA

SEPUTAR DESA

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

INDEKS