27.9 C
Jakarta
Sabtu, April 11, 2026
spot_img

Inflasi Jabar September 2025 Capai 0,21 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Ayam dan Emas

spot_img

JELAJAHDESA.CLICK – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menyebutkan inflasi month to month (mtm) September 2025 mencapai sebesar 0,21 persen. Sementara inflasi tahun ke tahun (yoy) September 2025 sebesar 2,19 persen.

Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Darwis Sitorus mengatakan inflasi disebabkan naiknya harga daging ayam dan emas.

“Permintaan daging ayam dan emas melonjak, dipicu harga emas dunia yang juga naik. Namun seluruh kelompok pengeluaran mengalami inflasi bulanan pada September 2025,” ujarnya Rabu ( 1 /10/2025).

Menurut komoditas andil inflasi tertinggi disumbang oleh daging ayam ras sebesar 0,15 persen, emas perhiasan sebesar 0,08 persen, cabai merah sebesar 0,06 persen, air kemasan dan ikan kembung masing-masing sebesar 0,01 persen.

“Selain komoditas yang menyumbang inflasi, ada juga yang mengalami penurunan harga dan menyumbang andil deflasi yaitu bawang merah memberikan andil deflasi sebesar 0,09 persen, tomat menyumbang andil deflasi 0,05 persen.”, rinci Darwis.

Inflasi tertinggi dialami kelompok perwatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,45 persen, dengan andil inflasi sebesar 0,09 persen. Diikuti kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,28 persen dengan andil inflasi sebesar 0,09 persen.

Secara lengkap kelompok pengeluaran lainnya yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga inflasi sebesar 0,04 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rumah tangga inflasi sebesar 0,10 persen, kelompok kesehatan inflasi sebesar 0,03 persen.

Selain itu yang mengalami inflasi yaitu kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,12 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,10 persen, dan kelompok penyediaan makanan, dan minuman/restoran sebesar 0,04 persen.

Darwis Sitorus juga menyebutkan 10 kabupaten/kota pantauan inflasi di Jawa Barat mengalami inflasi pada September 2025.

“Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tasikmalaya sebesar 0,32 persen, dan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Subang sebesar 0,07 persen.”, jelas Darwis.

Lebih rinci kabupaten/kota lainnya yang mengalami inflasi yaitu Kota Cirebon sebesar 0,29 persen, Kota Depok sebesar 0,25 persen, Kota Bekasi sebesar 0,23 persen, Kabupaten Majalengka sebesar 0,21 persen, Kota Bogor dan Kabupaten Bandung masing-masing sebesar 0,20 persen, Kota Bandung sebesar 0,16 persen, dan Kota Sukabumi sebesar 0,15 persen.

Berdasarkan pantauan BPS Provinsi Jawa Barat, harga beras di penggilingan secara rata-rata masih alami kenaikan pada September 2025. Harga beras premium saat ini di penggilingan mencapai 13.945 rupiah atau naik 0,79 persen dibanding Agustus 2025, sedangkan harga beras medium sebesar 13.306 rupiah atau turun 0,17 persen dibandingkan Agustus 2025.

Sehingga secara rata-rata harga beras di penggilingan September 2025 sebesar 13.640 rupiah, naik 0,36 persen dibandingkan Agustus 2025. Dan secara tahun ke tahun _(year on year)_ September 2025 dibandingkan September 2024 naik sebesar 5,47 persen. (*)

Bagikan Artikel

BERITA LAINNYA

SEPUTAR DESA

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

INDEKS