Karawang | jelajahdesa.click – Kekhawatiran terhadap semakin meredupnya seni budaya lokal di Kabupaten Karawang disampaikan oleh seorang pegiat seni melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha Djumaryo.
Surat tersebut ditulis oleh Cucu Hidayat, yang akrab disapa Kang Cucu, seorang penggiat seni yang selama ini aktif memperjuangkan pelestarian budaya daerah di Karawang. Melalui surat itu, ia menyuarakan kegelisahan atas kondisi sejumlah kesenian tradisional yang dinilai semakin terpinggirkan dari kehidupan masyarakat.
Menurut Kang Cucu, salah satu faktor yang mempercepat meredupnya seni tradisional adalah rendahnya literasi budaya di tengah masyarakat serta belum adanya perhatian yang konsisten dan berkelanjutan terhadap sektor kebudayaan.
Ia menyebut beberapa kesenian khas Karawang yang kini mulai jarang ditemui, di antaranya Ajeng Soja dan tradisi Parebut Seeng. Selain itu, kesenian rakyat seperti Jaipong, Topeng, dan Calung yang selama ini menjadi identitas budaya masyarakat Sunda juga dinilai tengah berjuang untuk tetap eksis di tengah perubahan zaman.
Kondisi tersebut semakin diperparah setelah pandemi COVID-19 yang sempat melumpuhkan aktivitas kesenian di berbagai daerah. Banyak sanggar seni terpaksa berhenti beroperasi, bahkan tidak sedikit pelaku seni yang harus menjual alat musik maupun perlengkapan pertunjukan seperti sound system untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Di sisi lain, para seniman juga dihadapkan pada tantangan modernisasi yang menuntut peningkatan kualitas pertunjukan serta dukungan fasilitas yang memadai agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Namun keterbatasan sarana dan dukungan membuat para pelaku seni tradisional kesulitan melakukan peningkatan tersebut.
“Kami ingin seni budaya tidak hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial atau sekadar agenda tahunan. Pelestarian budaya membutuhkan program strategis jangka panjang yang berkelanjutan dan benar-benar menyentuh para pelaku seni di akar rumput,” ujar Kang Cucu dalam isi suratnya.
Ia menegaskan bahwa seni dan budaya bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari identitas dan jati diri bangsa yang mencerminkan nilai-nilai luhur warisan para leluhur.
Melalui surat terbuka tersebut, para pegiat seni di Karawang berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan dapat memberikan perhatian yang lebih serius terhadap pelestarian seni tradisional di daerah. Mereka juga berharap adanya kebijakan konkret berupa pembinaan sanggar seni, penyediaan fasilitas yang memadai, serta ruang ekspresi yang lebih luas bagi para seniman agar tradisi yang diwariskan secara turun-temurun tidak hilang ditelan zaman.
(Heri/Toni)



