24.5 C
Jakarta
Senin, Mei 25, 2026
spot_img

‎Milangkala Tatar Sunda Mahkota Binokasih Digelar Meriah di Karawang Dedi Mulyadi Tegaskan Komitmen Bangun Karawang

spot_img

Karawang | Jelajahdesa.click – Milangkala Tatar Sunda Mahkota Binokasih berlangsung meriah di kawasan Jalan Tuparev, Alun-Alun depan Masjid Agung Karawang, Sabtu malam (9/5/2026). Kegiatan budaya bertema “Subang Larang Nebar Kaheman” itu dipadati ribuan masyarakat yang antusias menyaksikan arak-arakan tradisi Sunda dan kesenian dari berbagai daerah di Jawa Barat.

‎Acara tersebut dihadiri langsung oleh Dedi Mulyadi, Aep Syaepuloh, Maslani, unsur Forkopimda, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Karawang.

‎‎Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengapresiasi antusiasme masyarakat Karawang yang tetap bertahan hingga acara berlangsung larut malam. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti kuatnya kedekatan antara pemimpin dan rakyat di Jawa Barat.

‎‎“Biasanya rakyat itu pemimpinnya selesai pidato langsung pulang. Tapi di Jawa Barat, gubernur dan bupatinya belum pulang, rakyatnya juga tidak mau meninggalkan tempat,” ujar Dedi Mulyadi disambut tepuk tangan warga.

‎Dedi juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan di Karawang secara bertahap. Ia menyinggung sejumlah program prioritas seperti penanganan aliran air Citarum, pembangunan bendungan untuk pengendalian banjir, hingga infrastruktur jalan menuju gerbang tol Karawang Timur dan Karawang Barat.

‎‎“Semua dilakukan secara bertahap dan saya punya komitmen kuat untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” katanya.

‎‎Selain itu, Dedi Mulyadi juga menyampaikan rencana pembangunan kawasan lingkar Sanggabuana sebagai bagian dari pengembangan wilayah Karawang ke depan.

‎‎Sementara itu, Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya rangkaian Milangkala Tatar Sunda Mahkota Binokasih di Karawang. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi simbol kasih sayang dan kebersamaan masyarakat Sunda.

‎‎“Mahkota Binokasih ini adalah simbol kasih sayang. Kasih sayang itu harus diberikan kepada masyarakat,” ujar Aep.

‎‎Aep mengatakan, kehadiran Mahkota Binokasih di Karawang menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai budaya dan kebersamaan masyarakat Jawa Barat. Ia juga mengapresiasi antusiasme warga yang memadati lokasi acara sejak sore hari.

‎‎Menurutnya, keberagaman seni dan budaya dari 27 kabupaten/kota yang ditampilkan dalam acara tersebut menunjukkan bahwa Jawa Barat memiliki kekayaan budaya yang istimewa.

‎‎“Ini merupakan salah satu keberagaman budaya yang membuat Jawa Barat begitu istimewa,” katanya.

‎‎Acara berlangsung semarak dengan penampilan seni tradisional Sunda, arak-arakan budaya, serta pertunjukan khas daerah dari berbagai wilayah di Jawa Barat. Ribuan warga tampak memadati kawasan alun-alun hingga acara selesai dengan suasana penuh kebersamaan dan semangat pelestarian budaya Sunda.

Bagikan Artikel

BERITA LAINNYA

SEPUTAR DESA

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

INDEKS