Cikarang | Jelajahdesa.click – Perayaan Cap Go Meh 2026 di kawasan Jababeka Residen, Cikarang, berlangsung meriah melalui festival kirab budaya yang digelar untuk pertama kalinya oleh Yayasan Darma Pala, Kwan Im Bio, dan Jababeka Residen. Kegiatan ini menjadi perayaan perdana yang menggabungkan tradisi Cap Go Meh dengan kirab budaya dan ruwat bumi.
Perayaan Cap Go Meh sendiri merupakan hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek. Dalam festival tahun ini, panitia mengusung tema “Cap Go Meh Exs Ramadhan” sebagai simbol kebersamaan dan harmoni antarbudaya di tengah masyarakat.
Ketua panitia perayaan Cap Go Meh Jababeka Residen, Yoni Handoyo, menyampaikan bahwa festival ini diikuti oleh berbagai peserta dari beberapa daerah sehingga sudah berskala nasional.
“Festival ini diikuti oleh 15 tandu serta 15 tim perkumpulan liong dan barongsai yang berasal dari beberapa provinsi seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Karena diikuti oleh empat provinsi, kegiatan ini sudah termasuk skala nasional,” ujar Yoni Handoyo.
Ratusan umat dan peserta dari berbagai daerah turut hadir memeriahkan festival tersebut. Meskipun hujan sempat mengguyur kawasan acara, hal itu tidak menyurutkan semangat para peserta kirab budaya untuk tetap melaksanakan rangkaian kegiatan.
Kirab budaya menampilkan berbagai atraksi menarik, termasuk pertunjukan liong dan barongsai yang menjadi daya tarik utama bagi masyarakat. Sepanjang jalur kirab, warga tampak antusias menyaksikan penampilan para peserta yang tetap bersemangat meski cuaca kurang bersahabat.
Panitia berharap festival Cap Go Meh ini dapat menjadi agenda budaya tahunan di kawasan Jababeka Residen sekaligus mempererat kerukunan antarumat beragama serta keberagaman budaya di Indonesia.
(redaksi)



