Subang | Jelajahdesa.click – Anggota DPRD Kabupaten Subang Fraksi PPP, Ahmad Buhori, mengapresiasi aksi pembentangan bendera Merah Putih raksasa yang digelar Perhimpunan Penggiat Lingkungan Warna Alam di kawasan Muara 7 Sungai, Tanjungsiang, Kabupaten Subang.
Menurut Buhori sapaan akrabnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi simbol perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia, tetapi juga membawa pesan penting mengenai tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian alam.
“Kita sangat mengapresiasi pembentangan bendera raksasa ini. Kemerdekaan itu adalah kemerdekaan alam. Mari bersama-sama menjaga alam,” tegas Buhori yang kini baru saja menjabat sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Subang periode 2026–2031 dalam keterangannya.
Ia menilai semangat kemerdekaan harus diimplementasikan melalui kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, alam yang terjaga merupakan bagian penting dari keberlanjutan kehidupan masyarakat sekaligus warisan yang harus dipertahankan untuk generasi mendatang.
Aksi pembentangan bendera Merah Putih raksasa tersebut merupakan agenda yang untuk ketujuh kalinya digelar Perhimpunan Penggiat Lingkungan Warna Alam dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia.
Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Warna Alam untuk Negeri, Selamatkan Tanah dan Air”. Pemilihan kawasan Muara 7 Sungai sebagai lokasi kegiatan menjadi bagian dari pesan lingkungan yang ingin disampaikan, khususnya mengenai pentingnya menjaga sumber air dan kelestarian tanah.
Pembina Warna Alam, Atang Suhayat, mengatakan lokasi tersebut sengaja dipilih karena memiliki keterkaitan langsung dengan tema yang diangkat.
“Kita mengambil tema ‘Warna Alam untuk Negeri, Selamatkan Tanah dan Air’. Makanya posisi kita berada di air, di Muara 7 Sungai,” jelasnya.
Atang menegaskan, peringatan kemerdekaan tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan. Momentum tersebut juga dapat menjadi ruang untuk mengajak masyarakat melakukan aksi nyata dalam menjaga lingkungan.
Sementara itu, Perintis Perhimpunan Penggiat Lingkungan Warna Alam, Mohamad Anwar, mengatakan pembentangan bendera raksasa menjadi bagian dari konsistensi Warna Alam dalam menyampaikan pesan pelestarian lingkungan melalui momentum kemerdekaan.
Menurutnya, Merah Putih yang dibentangkan di kawasan perairan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tanah dan air merupakan warisan berharga yang harus dijaga bersama.
“Bendera Merah Putih yang kita bentangkan ini bukan hanya simbol kemerdekaan, tetapi juga pengingat bahwa tanah dan air yang kita pijak hari ini adalah warisan yang harus kita jaga. Jangan sampai generasi berikutnya hanya mewarisi kerusakan.
Mohamad Anwar yang akrab disapa Kang Wana menjelaskan, menjaga kelestarian lingkungan memiliki sejumlah tujuan penting, mulai dari memastikan ketersediaan sumber daya alam bagi generasi mendatang, menjaga keseimbangan ekosistem, hingga meningkatkan kualitas hidup seluruh makhluk hidup.
Ia juga mengangkat kembali kearifan lokal masyarakat Sunda dalam menjaga sumber air.
“Ada istilah ulah nuar kai di hulu cai (jangan menebang kayu di hulu air). Karuhun atau leluhur kita dulu sangat menghormati sendang, bukan karena takut dedemit, tapi karena takut anak cucunya kekurangan air,” terangnya.



