KARAWANG | JELAJAHDESA.CLICK – Setelah hampir 20 tahun hanya mengandalkan sumur tua berair asin dan menampung air hujan, warga Dusun Kiarajaya, Desa Margamulya, Kecamatan Telukjambe Barat, akhirnya bisa merasakan air bersih mengalir langsung ke rumah mereka.
Sebanyak 600 jiwa di dusun tersebut kini terbebas dari krisis air yang selama ini menjadi beban hidup sehari-hari. Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tarum membangun jaringan distribusi selama hampir dua bulan, sebelum menyalurkan air bersih perdana.
“Dulu kalau mau mandi harus antre di sumur, bahkan untuk minum kami harus beli air galon. Sekarang semua sudah berubah,” kata Siti Fadilah, Ketua RT 12. Ia menegaskan, kehadiran air bersih menjadi anugerah besar bagi warganya.
Direktur Utama Perumdam Tirta Tarum, Ade Dikdik Isnandar, menyebut penyaluran air bersih ke Kiarajaya adalah momentum bersejarah. Menurutnya, wilayah ini termasuk kategori sulit air karena kondisi geografis dan terbatasnya akses sumber.
“Ini bukan sekadar layanan air bersih, tapi pemenuhan hak dasar warga sekaligus standar pelayanan minimum yang ditetapkan Kementerian PUPR,” ujar Ade.
Ia menambahkan, realisasi tersebut terwujud berkat kerja sama berbagai pihak, mulai dari Perumdam, KIIC, BBWS, PJT, hingga dukungan Pemerintah Kabupaten dan Provinsi Jawa Barat.
Kini, warga Kiarajaya tidak lagi menganggap air bersih sebagai barang mewah. Mereka bisa mandi, mencuci, hingga memasak dengan tenang. “Air ini adalah kehidupan. Kami merasa benar-benar merdeka,” ucap salah seorang warga. (*)



