27.9 C
Jakarta
Sabtu, April 11, 2026
spot_img

GMPI Curigai Kebocoran PNBP, Audiensi dengan PJT II Berakhir Ricuh

spot_img

‎Karawang | Jelajahdesa.click – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (GMPI) Kecamatan Rengasdengklok melontarkan kritik keras terhadap Perum Jasa Tirta II (PJT II) Rengasdengklok usai audiensi yang digelar berujung walk out.

‎Langkah tegas itu diambil setelah pihak PJT II dinilai tidak serius menghadapi pertanyaan publik terkait pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di wilayah Karawang Utara. Pasalnya, audiensi tersebut tidak dihadiri oleh manajer maupun pejabat yang memiliki kewenangan penuh.

‎‎Sekretaris Jendral (Sekjen) DPC GMPI Rengasdengklok, Edi Sunarya atau yang biasa disapa Deblenk menilai absennya pimpinan dalam forum resmi bukan sekadar persoalan teknis, melainkan mencerminkan lemahnya komitmen transparansi dalam pengelolaan aset negara.

Baca Juga  Pipik Taufik Ismail Serap Aspirasi Warga Mulyajaya dalam Pengawasan Pembangunan 2026

‎‎“Ini bukan forum seremonial. Kami datang membawa mandat masyarakat. Ketika yang hadir tidak memiliki kapasitas menjawab secara utuh dan tidak membawa dokumen resmi, maka patut dipertanyakan: ada apa dengan pengelolaan PNBP di PJT II Rengasdengklok?” tegas Deblenk, Kamis (2/4/2026).

‎‎Tak hanya itu, menurut deblenk, jawaban yang disampaikan perwakilan PJT II dalam audiensi dinilai tidak substantif dan cenderung normatif. Bahkan, tidak satu pun data konkret atau dokumen pendukung yang bisa ditunjukkan untuk menjelaskan mekanisme penerimaan PNBP dari pemanfaatan lahan oleh masyarakat.

Baca Juga  Lurah Indra Sudrajat Humanis Jalin Silaturahmi Lewat Dua Acara Warga

‎‎Kondisi ini memperkuat kecurigaan GMPI terhadap dugaan adanya praktik pengelolaan aset yang tidak transparan, bahkan berpotensi mengarah pada penyimpangan.

‎‎“Kami menerima banyak laporan masyarakat terkait pemanfaatan lahan PJT II yang diduga tidak masuk dalam skema PNBP. Jika ini benar, maka ada potensi kebocoran penerimaan negara. Lebih jauh, kami menduga adanya oknum yang menjadikan aset negara sebagai ladang komersial pribadi,” ungkapnya.

‎‎Lebih lanjut, Sekjen DPC GMPI Rengasdengklok menegaskan, sikap walk out merupakan bentuk protes terbuka atas minimnya keseriusan PJT II dalam memberikan klarifikasi. Mereka juga memperingatkan bahwa persoalan ini tidak akan berhenti pada audiensi semata.

Baca Juga  Kunjungi Desa Wadas, Pipik Taufik Ismail Tampung Keluhan Sekolah hingga Jembatan‎

‎‎Dalam waktu dekat, DPC GMPI Rengasdengklok akan kembali melayangkan surat resmi dengan tuntutan tegas agar audiensi berikutnya dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan PJT II Rengasdengklok, lengkap dengan data dan dokumen pengelolaan PNBP.

‎‎“Jika kembali diabaikan, kami tidak akan ragu akan menggelar aksi damai di depan Kantor PJT II Rengasdengklok lantaran ini menyangkut aset negara dan potensi kerugian publik. Tidak boleh ada ruang bagi praktik abu-abu,” tandasnya.

‎(Aisah)

Bagikan Artikel

BERITA LAINNYA

SEPUTAR DESA

- Advertisement -spot_img

BERITA TERBARU

INDEKS