Karawang | Jelajahdesa.click — Semangat kebersamaan dan toleransi antar umat beragama terasa kuat dalam kegiatan “Harmoni Ramah Taruna: Ramadan Aksi Moderasi Antar Umat Beragama” yang digelar oleh Karang Taruna Kabupaten Karawang di Aula Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang, Jumat (13/3). Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi lintas iman sekaligus memperkuat nilai moderasi beragama di kalangan generasi muda.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh agama, pemuda, serta perwakilan organisasi masyarakat. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut antara lain Rini Nuraeni, S.Pd., Ustadz Niko Hasanudin, Pdt. Agus Paulus Husein, M.Si.Teol., serta Ketua Unit Teknis Senter, Lucretia Alina Kastanya, S.Th. Turut berpartisipasi pula Ugiarti, S.E. dalam rangkaian kegiatan.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang, Dr. H. Sopian, S.Pd.I., M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan memperkuat nilai moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk.
“Momentum Ramadan tidak hanya menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga memperkuat persaudaraan, saling menghargai, serta menjaga keharmonisan antar umat beragama,” ujarnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Karawang, Dr. (C). Dhani Sudirman, S.H., S.T., S.E., M.M. Ia menegaskan bahwa pemuda memiliki peran penting Karang taruna dalam menjaga persatuan bangsa melalui sikap toleransi dan dialog yang terbuka antar umat beragama bersinergi dengan pemerintah .
“Karang Taruna ingin menjadi wadah bagi generasi muda untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, saling menghormati, serta membangun harmoni di tengah keberagaman,” ungkapnya.
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi, panitia juga memberikan penghargaan kepada setiap narasumber yang diserahkan langsung oleh Dr. (C). Dhani Sudirman.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Refleksi Ramadan yang disampaikan oleh Dr. H. Masykur Mansyur, M.M., yang mengajak peserta untuk memaknai bulan suci sebagai momentum memperkuat nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan kedamaian.
Suasana semakin khidmat saat dilaksanakan Doa Hening Lintas Iman yang dipimpin oleh Gede Sumitra, S.E., sebagai simbol persatuan dan penghormatan terhadap keberagaman keyakinan di Indonesia.
Menjelang waktu berbuka puasa, peserta mengikuti sesi Menanti Adzan dan Tausiyah yang kembali disampaikan oleh Dr. H. Masykur Mansyur, M.M. Tausiyah tersebut mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Ramadan sebagai sarana memperkuat nilai kasih sayang, toleransi, serta kepedulian sosial.
Melalui kegiatan ini, Karang Taruna Kabupaten Karawang berharap dapat memperkuat peran generasi muda sebagai pelopor kerukunan dan perdamaian di tengah masyarakat yang beragam. Acara ini sekaligus menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan lintas agama dapat terus tumbuh melalui dialog, saling menghargai, dan kerja sama yang positif.
(Redaksi)



